KUALA LUMPUR, 7 Mei – Bioalpha Holdings Berhad menargetkan peningkatan kapasitas ekspor Misai Kucing (Kumis Kucing) menjadi 20 metrik ton dalam dua tahun ke depan, dibandingkan sekitar 10 metrik ton saat ini, sejalan dengan meningkatnya permintaan global terhadap produk berbasis herba tersebut.
Perusahaan menyatakan peningkatan target ekspor tersebut didorong oleh pertumbuhan permintaan di pasar internasional, khususnya Korea Selatan yang kini muncul sebagai salah satu kontributor utama bagi perkembangan segmen herba Bioalpha.
Bioalpha menyatakan keseluruhan rantai pasok herba perusahaan, termasuk Misai Kucing, Tongkat Ali, dan Sirsak, dikelola secara terintegrasi mulai dari tahap penanaman, pemanenan hingga produksi produk akhir, guna memastikan kualitas yang konsisten serta ketertelusuran bahan baku.
Pada saat yang sama, perusahaan yang bergerak di bidang bisnis OEM, ODM, dan CDMO ini menegaskan bahwa model operasi terintegrasinya memungkinkan mereka menyediakan formulasi dan pembuatan produk kesehatan kepada pelanggan global dengan lebih efisien dan berskala.
Joe Ang
Direktur Eksekutif Bioalpha, Joe Ang, mengatakan seluruh fasilitas produksinya memiliki sertifikasi halal yang memberikan keunggulan dalam menembus berbagai pasar internasional, termasuk pasar konsumen Muslim di seluruh dunia.
"Perusahaan memiliki lebih dari 20 tahun pengalaman di industri ini, dengan lebih dari 500 formulasi produk eksklusif yang telah dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan berbagai segmen pasar.
"Bioalpha bukan sekadar produsen, melainkan juga menyediakan dukungan menyeluruh termasuk analisis pasar, penelitian dan pengembangan (R&D), serta keahlian teknis untuk membantu pelanggan memperkuat strategi masuk pasar mereka.
"Operasi penanaman Misai Kucing dimulai pada tahun 2012 sebelum berkembang ke aktivitas ekspor pada tahun 2018, menunjukkan perkembangan bertahap dalam pembangunan rantai nilai herba perusahaan," katanya dalam sebuah pernyataan.
Saat ini, Bioalpha mengelola area penanaman seluas kurang lebih 100 ekar di Pasir Raja dan Desaru, dengan seluruh operasi mematuhi standar Amalan Pertanian Baik Malaysia (MYGAP) untuk memastikan kualitas bahan baku terjamin.
Pasar Korea Selatan dipandang sebagai pendorong pertumbuhan utama, di mana Bioalpha telah menjalin kerja sama strategis dengan sebuah perusahaan lokal melalui perjanjian kerahasiaan (NDA) untuk memasok bahan baku dan produk ke pasar tersebut. – DagangNews.com