KUALA LUMPUR (7 Mei): Bisnis inti Bioalpha Holdings Bhd (KL:BIHLDG) tetap kokoh berakar pada penyediaan layanan profesional original equipment manufacturer (OEM), original design manufacturer (ODM), dan contract development and manufacturing organisation (CDMO) kepada klien global.
Menurut pernyataan tersebut, produsen produk kesehatan ini telah membangun sistem budidaya dan pengadaan sendiri untuk herba utama, termasuk misai kucing (kumis kucing), tongkat ali, dan sirsak, sehingga memungkinkan pengendalian mutu yang ketat dari sumbernya.
"Seluruh fasilitas produksi Bioalpha mematuhi standar bersertifikat halal, memastikan kualitas produksi yang diakui secara internasional sekaligus memfasilitasi akses yang lancar ke berbagai pasar global. Sebagai perusahaan tercatat di bursa, Bioalpha juga menjunjung transparansi keuangan dan kredibilitas jangka panjang bagi para mitranya," demikian pernyataannya.
Bioalpha menyatakan bahwa operasi misai kucing mereka mencerminkan kekuatan model terintegrasinya.
Perusahaan mengatakan mereka memulai budidaya terstandarisasi pada tahun 2012 dan mulai mengekspor secara internasional pada tahun 2018.
"Saat ini, 100% misai kucing-nya dibudidayakan sendiri dan telah sepenuhnya disertifikasi di bawah Malaysian Good Agricultural Practices (MYGAP).
"Perusahaan memiliki lahan budidaya khusus seluas kurang lebih 12,1406 hektar di Pasir Raja dan 28,328 hektar di Desaru, memastikan pasokan bahan baku yang stabil, dapat ditelusuri, dan berkualitas tinggi," katanya.
Bioalpha menyatakan volume ekspor tahunan misai kucing saat ini mencapai sekitar 10 ton, dengan kapasitas yang diproyeksikan mencapai 20 ton dalam dua tahun ke depan untuk memenuhi permintaan internasional yang terus meningkat.
Perusahaan menambahkan bahwa pasar Korea telah muncul sebagai pendorong pertumbuhan utama, dengan perusahaan menjalin kemitraan langsung dengan pemilik merek terkemuka Korea di bawah perjanjian kerahasiaan sebagai pemasok inti untuk bahan baku maupun produk jadi.